CV ARFAM JAYA

Distributor sapronak dan bibit terlengkap ,budidaya peternakan ayam kampung Tasikmalaya

Home Top Ad

TLP : 085222726570
Showing posts with label Berita. Show all posts

kotoran/ feses ayam, merup akan salah satu hasil dari peternakan ayam yang terkadang masih dikesampingkan, jika dicermati dan dimaknai b...


kotoran/ feses ayam, merup Pemanfaatan limbah ternak ayam menjadi pupuk kandangakan salah satu hasil dari peternakan ayam yang terkadang masih dikesampingkan, jika dicermati dan dimaknai bahwa sektor peternakan merupakan mata rantai dari program integrited farming. maka pemanfaatan limbah peternakan seharusnya menjadi sorotan bagi para peternak untuk mewujudkan integrited farming secara luas, selain itu pengolahan kotoran ayam untuk menjadi pupuk kandang pun memiliki nilai ekonomis yang tidak dapat dipandang sebelah mata melihat kebutuhan dari para petani akan pupuk.
Umumnya pembuatan pupuk kandang dilakukan dengan cara menyimpan atau menimbun kotoran hewan selama sekitar 3 bulan. Namun pembuatan pupuk kandang ini sebenarnya dapat dipercepat proses penguraiannya dengan penambahan bio-aktivator sebagai bahan pemacu mikroorganisme.
Tahap pembuatan pupuk kandang adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan yang digunakan
  • kotoran hewan 1 ton,
  • bio-aktivator 1 liter,
  • molase (larutan gula) 1 liter,
  • air sumur 100 l.
Alat-alat yang digunakan
  • karpet atau terpal plastik,
  • cangkul,
  • sarung tangan,
  • ember,
  • termometer.
Cara pembuatan pupuk kandang
  • tentukan lokasi pembuatan pupuk kandang kemudian tempat tersebut dibersihkan. Diusahakan alas tempat pembuatan pupuk kandang terbuat dari lantai atau alas plastik,
  • dibuat galangan atau sekat disekeliling kotoran hewan agar air atau rembesan air tidak masuk ke kotoran hewan,
  • dicampur atau disiram kotoran hewan dengan campuran air, bio-aktivator dan molase, kemudian diaduk merata,
  • dihamparkan bahan kotoran hewan tadi di atas lantai dengan ketinggian tumpukan 15-20 cm dan dibuat segi empat atau persegi panjang,
  • mengingat pembuatan pupuk kandang ini secara anaerobik, tutup bahan kotoran hewan dengan plastik atau terpal. Suhu ideal proses pembuatan pupuk kandang ini adalah 50-60 derajat Celcius dan jika suhu lebih maka dibuka terpal sewaktu-waktu untuk menurunkan suhu,
  • dibiarkan proses penguraian berlangsung selama 7-14 hari,
  • setelah itu, diperiksa kotoran hewan apakah sudah matang dengan ciri tidak lagi berbau tajam, terasa dingin dipegang dan warnanya gelap,
  • jika sudah berciri-ciri seperti itu maka dapat dikatakan sudah menjadi pupuk kandang,
  • dibuka terpal penutupnya dan pupuk kandang diaduk merata,
  • dikeringkan di bawah sinar matahari untuk proses pengeringan, dikeringkan selama 2 hari dengan sinar matahari penuh tidak mendung atau pupuk kandang sudah berkadar air 30 %,
  • diayak pupuk kandang untuk membuang partikel kasar atau besar,
  • pupuk kandang sudah siap digunakan.
Perlu diingat bahwa kotoran hewan bukanlah pupuk kandang namanya jika belum terjadi proses penguraian atau dekomposasi pada kotoran hewan tersebut. Proses dekomposasi baru terjadi jika kotoran hewan ditimbun atau disimpan 3 bulan atau dipercepat prosesnya dengan bio-aktivator, baru kemudian dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
KOMPOSISI UNSUR HARA KOTORAN DARI BERBAGAI JENIS TERNAK
Jenis TernakKadar Hara (%)
NitrogenPhosporKaliumair
Kuda
-         padat

-         cair

0.55
1.40

0.30
0.02

0.40
1.60

75
90
Sapi
-         padat

-         cair

0.40
1.00

0.20
0.50

0.10
1.50

85
92
Kerbau
-         padat

-         cair

0.60
1.00

0.30
0.15

0.34
1.50

85
92
Kambing
-         padat

-         cair

0.60
1.50


0.30
0.13

0.17
1.80

60
85
Domba
-         padat

-         cair

0.75
1.35

0.50
0.05

0.45
2.10

60
85
Ayam
-         padat

-         cair

1.00
1.00

0.80
0.80

0.40
0.40

55
55

Permintaan daging ayam kampung cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh kesadaran sebagian masyarakat...


Permintaan daging ayam kampung cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh kesadaran sebagian masyarakat untuk mengkonsumsi daging ayam organik atau daging ayam yang tidak melalui proses rekayasa genetika.
Seperti halnya ayam potong yang telah melalui proses rekayasa genetika. Permintaan daging ayam kampung untuk wilayah Jabodetabek saja baru bisa terpenuhi sekitar 5% dari kebutuhan atau sekitar 280.000 ekor per hari.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ade Zulkarnaen, Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia. Peluang Bisnis pengembangan unggas ini cukup baik dalam meningkatkan kesejahteraan usaha skala kecil, mikro dan koperasi mengingat ternak ini sudah cukup poluler di masyarakat.
Dukungan pemerintah dalam hal ini kementrian Pertanian terhadap pengembangan bisnis ayam kampung untuk usaha Mikro, Kecil dan koperasi cukup positif. Saat ini sedang dibuat blue print sistem pengembangan ayam kampung. Dalam blue print ini akan memberikan perlindungan bagi peternak ayam kampung dalam skala usaha mikro, kecil dan koperasi dalam menjalankan usahanya.
Investor besar tidak boleh memasuki bisnis ayam kampung ini. Kapasitas pemeliharaan maksimal 10.000 ekor untuk satu peternak. Dengan pembatasan ini diharapkan usaha ternak rakyat akan berkembang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kondisi usaha ternak ayam kampung saat ini masih diusahakan dengan cara tradisional dan belum melalui cara intensif. Baru sekitar 3400 peternak ayam kampung yang mengusahakannya secara intensif, diluar itu masih dengan cara tradisional. Setelah blue print ini selesai pada bulan oktober diharapkan peternak tradisional akan beralih pada usaha ternak ayam kampung secara intensif.
Pada 10 tahun mendatang diharapkan pasokan ayam kampung akan mencapai 25 persen dari kebutuhan total daging ayam nasional, saat ini baru mencapai 5.5 persen saja.Dengan target sebesar tersebut pengembangan bisnis ayam kampung akan mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang notabenenya merupakan usaha skala mikro, kecil dan koperasi. Pengembangan bisnis ternak ayam kampung sendiri tidak hanya bermanfaat bagi peternak tetapi juga sektor usaha lain misalnya nilai perdagangan dari pakan dan pengolahan daging ayam kampung.
Selain unggas jenis ayam kampung, bisnis ternak itik juga memiliki peluang  yang cukup menguntungkan, seperti itik pedaging dan itik petelur, hal tersebut dikemukakan oleh Hasan Bisri, salah seorang peternak unggas lokal dari Pasuruhan Jawa Timur. Kendala bisnis unggas adalah pada masalah harga pakan yang mengalami kenaikan.
Sumber: Kompas

Bercermin dari sebuah sejarah berdirinya hingga menjadi model pola pengorganisasian tata niaga perunggasan di Australia yang sangat komp...


 Acuan Menata Dan Mempromosikan Produk Unggas (Australia)Bercermin dari sebuah sejarah berdirinya hingga menjadi model pola pengorganisasian tata niaga perunggasan di Australia yang sangat komprehensif dan efektif dalam mendukung pengaturan suplai dan demand dengan tetap berorientasi pada kepentingan peternak.
Ketika berdiskusi serius dengan Dr. Andreas Dubs, President Australian Chicken Meat Federation, Inc. (ACMF), di kantornya di Sydney akhir tahun lalu, terkesan begitu seriusnya mereka mengurus dan membenahi sejak dini usaha perunggasan, khususnya ayam pedaging, di Australia yang menjadi payung dua jenis usaha, yaitu (broiler) breeding farm dan Poultry Industry Association (perusahaan processed chicken/ayam olahan). Kemitraan di negara kanguru ini 98% adalah diserap oleh industri ayam olahan. Uniknya juga dikuasai oleh dua industri besar secara mayoritas yang memang juga memiliki breeding farm dan pabrik pakan. Walaupun sebenarnya industri perunggasan di Australia relatif masih sangat muda bila dibandingkan dengan industri peternakan lainnya, misalnya ternak sapi potong dan sapi perah serta domba. Namun dengan melalui tata niaga tersebut mampu mendorong konsumsi daging ayam di Australia sudah mencapai 43,9 kg broiler per kapita dengan pertumbuhan berkisar 3-5% per tahun. Strain yang dominan adalah Ross 708 diikuti dengan Cobb 500 mengingat berat karkas rata-rata sekitar 1,8 kg (setara dengan berat hidup sekitar 2,7 kg) diikuti dengan strain Cobb500.

Sejarah industri perunggasan di Australia
Walaupun terbilang industri yang baru muncul, perunggasan sebagai asosiasi industri di Australia yang sudah dimulai pertengahan tahun 1960, walaupun kapan mulainya usaha unggas secara intensif masih belum jelas waktu itu. Diperkirakan populasi unggas pedaging waktu tahun 1950 awal diperkirakan sudah menghasilkan sekitar tiga juta broiler (bandingkan dengan 420 juta ekor di tahun 2003/04).
Era tahun 1950an. Usaha perunggasan berkembang sangat cepat seiring dengan meningkatnya permintaan (demand) bahkan tumbuh tujuh kali lipatnya. Walaupun waktu itu produksinya masih berupa ‘umbaran/‘backyard’ dan dikelola sebagai usaha keluarga, dengan tujuan sebagai penghasil telur dan juga sebagai tabungan atau ayam sembelihan. Produksi secara komersial dimulai di seputar luar kota Sydney sebagai kota metropolitan dan area lainnya yang menjadi pusat pertumbuhan penduduk. Usahabreeding pertama kali di Australia secara ilmiah dihasilkan pada tahun 1959. Dan semenjak itu lahirlah usaha further proceessing plant, produk unggas olahan, sebagai titik awal dimulainya era harga ayam murah. Era tahun 1960an. Konsumsi daging ayam meningkat lima kali lipat dan menyebabkan terus berkembang dan tumbuh semakin pesatnya industri perunggasan di Australia. Semenjak itu maka lahirlah pola ‘kemitraan/integrator’ dan mulai diperkenalkan dalam industri perunggasan. Perusahaan-perusahaan integrasi vertikal tumbuh dengan pesat seiring dan mengekor kepada pola adopsi model serupa di Amerika Serikat waktu itu. Perusahaan2 tersebut memiliki breeding farm dan hatchery, feed mills dan chicken processing plantsdengan pola kerjasama kemitraan atau usaha tersebut milik perusahaan sendiri. Model ini dengan cepat berkembang dan menjadi model pertumbuhan industri perunggasan di pasar Australia. Kentucky Fried Chicken (KFC) pertama kali dibuka di Australia pada tahun 1968 dan menjadi pendongkrak tingkat konsumsi ayam di Australia, sebagaimana halnya juga terjadi di Indonesia di era tahun 1980an.
Era tahun 1970an. Dalam hanya 12 bulan waktu itu sudah berdiri sebanyak 75 gerai KFC di Australia, dan mampu mendongkrak produksi unggas sebesar 38% hanya dalam waktu setahun. Kemudian produksi unggas menjadi dobel lagi di era tahun 1970an disebabkan karena adanya perbaikan mutu genetik dengan program seleksi dari ahli genetik, plus dibarengi dengan munculnya ahli nutrisi unggas denganfeed dan feeding program, termasuk pola budidayanya, untuk dapat memunculkan potensi genetik yang dimilikinya waktu itu. Ditambah dengan peningkatan teknologi prosesing maka semakin lengkaplah laju pertumbuhan perunggasan di Australia. Era tahun 1980an.Produksi dan konsumsi ayam terus meningkat walaupun tidak spektakuler dan tidak sebesar pada tahun sebelumnya. Era tahun 1990 hingga kini. Lahirnya strain-strain genetik baru yang mulai membanjiri pasar perunggasan sehingga mulai dibutuhkan dan diberlakukannya pengaturan-pengaturan importasi, termasuk aturan mulai diberlakukannya karantina unggas di pulau Torrens di bulan Agustus 1990. Sebagai hasil seleksi, maka lahirlah teknis breeding maupun budidaya untuk ayam pedaging (broiler) sudah sangat berbeda dengan ayam petelur (layer).
sumber : www.poultryindonesia.com

Desa Makarti merupakan salah satu desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang merupakan sentra peternakan ayam kampung....


Desa Makarti merupakan salah satu desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang merupakan sentra peternakan ayam kampung. Namun yang digarap baru ayam pedaging, belum ayam petelur. Tahun depan, harapannya Makarti juga bisa mengembangkan peternakan ayam kampung petelur.
Hal itu diutarakan Darusallam, peternak ayam di Makarti, Jumat (10/8/2012).
"Permintaan telur ayam kampung selalu datang, namun belum bisa kami penuhi," ujar Darusallam yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Kalimatan Timur ini.
Peluang mengembangkan peternakan ayam kampung khusus petelur sebenarnya terbuka lebar. Karena itu, Darusallam tengah mempelajari peluang tersebut. "Sebab, bibit ayam harus kami datangkan dari Jawa," katanya.
Selain itu, puluhan peternak di Makarti masih terkendala sejumlah hal, seperti permodalan dan pembuatan kandang. Butuh kandang yang sangat luas, katanya. Adapun di Makarti saat ini, kapasitas produksinya sekitar 500 ayam per har


Sumber : 

Beternak ayam kampung memang menguntungkan sekaligus menyenangkan. Hanya menggunakan kandang yang tidak terlalu luas, pemberian pakan s...


Beternak ayam kampung memang menguntungkan sekaligus menyenangkan. Hanya menggunakan kandang yang tidak terlalu luas, pemberian pakan secara teratur, pembersihan kandang, niscaya ayam yang dipelihara dapat bertelur secara maksimal. Sementara harga telur ayam kampung lebih tinggi daripada telur ayam eropa.
Menurut Bobo, salah seorang peternak ayam kampung di kelompok Tani Serasi yang berada di Rispa IV, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor yang memelihara sekitar 200 ekor ayam kampung dan ayam siam ini, mendapatkan laba minimal Rp 50.000 per hari. Itu hanya dari penjualan telur ayam kampung. "Beternak ayam, kalau sudah jadi hobi itu akan menyenangkan sekaligus menguntungkan," katanya kepada MedanBisnis, Kamis (26/7).

Selama beternak ayam kampung, ia hanya meluangkan waktu sekitar 3 jam sehari untuk memberi pakan. Untuk pembersihan bisa dilakukan secara berkala. Sisa waktu dalam sehari, menurutnya bisa digunakan untuk beraktivitas yang lain yang menghasilkan. Sebagaimana ayam pada umumnya, jika kadar lemak tinggi, ayam tetap dapat bertelur meskipun tanpa dibuahi. "Telur ayam kampung di sini semuanya dibuahi karena dipelihara secara alami di kandang terbuka," katanya.

Dikatakannya, dari tiap ekornya, dapat menghasilkan telur sebanyak 10-15 butir. Dalam setahun bisa bertelur sebanyak 5 kali. Dari hasil tersebut, setiap harinya ia bisa menjual sebanyak 15- 20 butir ke tetangga. Lagipula, kata dia, meskipun harga telur ayam kampung lebih tinggi dari ayam eropa, namun dirinya tidak pernah kesulitan menjual telurnya. "Harga sebutir telur ayam kampung Rp 2.500, sementara telur ayam eropa antara Rp 1.000 - Rp 1.500 per butir," katanya.

Ia menjelaskan, beternak ayam kampung sungguh menyenangkan karena perawatannya tidaklah sulit. Jika dijadikan sebagai ayam petelur, ayam kampung bisa bertelur hingga usia 5 tahun. Di kandang, ayam kampung dengan berat badan 1,2 kg bisa dibeli dengan harga Rp 45.000 per ekor. (dewantoro)

Konsumsilah telur ayam kampung, alih-alih ayam ras. Para peneliti dari Pennsylvania State University mengatakan, ayam kampung menghasi...



Konsumsilah telur ayam kampung, alih-alih ayam ras. Para peneliti dari Pennsylvania State University mengatakan, ayam kampung menghasilkan telur dengan nutrisi esensial yang lebih tinggi, bila dibandingkan dengan ayam ras. Kandungan vitamin E-nya dua kali lipat lebih banyak, dan lemak omega-3-nya 2,5 kali lebih unggul. Semua itu penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, fungsi penglihatan, fungsi otak, hingga kesehatan jantung kita.
Limpahan gizi telur ayam kampung ini disebabkan oleh kondisi ayam yang menghasilkan telur tersebut. Tidak seperti ayam negeri yang diternakkan di dalam kandang, ayam kampung diternakkan dengan membiarkannya berkeliaran di udara terbuka. Oleh karenanya, ayam kampung mendapat bahan makanan alami, seperti biji-bijian, tanaman hijau, serangga, dan cacing. Berada di ruang terbuka juga memungkinkan ayam kampung untuk mendapatkan udara bersih dan cukup sinar matahari.

Selain vitamin E dan asam lemak omega-3 yang lebih banyak, telur ayam kampung juga memiliki kolesterol 1/3 lebih sedikit, lemak jenuh 1/4 lebih sedikit, vitamin A yang 2/3 lebih banyak, dan beta karoten tujuh kali lebih banyak. Kandungan beta karoten yang lebih banyak inilah yang menyebabkan kuning telurnya terlihat lebih gelap. Kemudian, vitamin D-nya juga tiga sampai enam kali lebih banyak.
Karena vitamin E dan D, omega-3, serta setengah dari protein pada telur ini didapatkan dari kuning telurnya, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi bagian lezat dari telur ini. Kuning telur juga mengandung lecithin, yang bersama omega-3 akan berfungsi menyeimbangkan kadar kolesterol dan lemak jenuhnya. Tentu, selama Anda tidak berlebihan mengonsumsinya, Anda akan mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal.

SUMBER : 

PELUANG USAHA--Widi Nur Susanto menujukkan anak ayam kampung hasil pembibitan yang ditekuninya di Baturono RT 3/RW III, Joyosuran, Pasar ...

PELUANG USAHA--Widi Nur Susanto menujukkan anak ayam kampung hasil pembibitan yang ditekuninya di Baturono RT 3/RW III, Joyosuran, Pasar Kliwon, Pasar Kliwon, Solo, Senin (4/6/2012). (Burhan Aris Nugraha/JIBI/SOLOPOS)


Di halaman rumah di Baturono RT 3/RW III, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo tersedia setumpuk kardus yang masing-masing kardus berisi seratusan day old chick (DOC) atau ayam kampung berumur satu hari.
Tepat di sisi tumpukan kardus berisi DOC tersebut, ada tumpukan telur ayam kampung yang masih tertata rapi. Telur-telur itu adalah hasil sortasi yang tidak layak untuk di tetaskan menjadi DOC.
Widi Nur Susanto, pemilik usaha pembibitan ayam kampung ini sudah menjalani usaha ini selama 12 tahun. Awalnya, usaha pembibitan ayam kampung ini diawali hanya dengan kapasitas 50 ekor ayam. Saat ini, sudah mencapai 1.000 ekor hingga 1.500 ekor.
Widi membuat mesin tetas sendiri. “Dari satu mesin, sekarang saya sudah punya 80 mesin tetas,” kata Widi, saat ditemui Solopos.com, di lokasi usahanya, Senin (4/6/2012).
Mulanya, ia tidak tahu kemana DOC itu harus dipasarkan. Setelah bertahun-tahun mempelajari seluk beluk usaha ini secara autodidak, ia pun akhirnya menemukan pasar sendiri. “Bibit ayam kampung saya jual kepada peternak ayam di Jogja, Sleman hingga Bantul.” Kemudian, dari mana Widi mendapatkan bahan baku yang tak lain adalah telur ayam kampung itu sendiri?
Untuk saat ini, kata Widi, rupanya tidak mudah untuk mendapatkan bahan baku bibit ayam kampung. “Minimnya pasokan telur ayam kampung ini yang masih jadi kendala saya. Tapi, saya terus memperluas jaringan bisnis, baik untuk memasok telur maupun memasarkan DOC.”
Berburu Telur
Ia terpaksa harus mencari bibit ayam dari para pengepul di daerah pelosok, mulai dari Kopeng hingga Cepogo, Boyolali. Setiap lima hari, ia bisa mendapatkan sekitar 1.000 hingga 1.500 telur ayam kampung, dengan harga Rp1.500 per butir. Telur-telur tersebut, dimasukkan kedalam mesin tetas dengan jangka waktu selama 21 hari. Setelah menjadi DOC, harganya bisa mencapai 4.500 per ekor. “Tapi, biasanya hanya 60% telur yang berhasil menetas.”
Penjualan DOC ini tentunya dilanjutkan dengan usaha pembesaran ayam kampung. Ia mengkalkulasi, jika setiap 100 ekor DOC dipelihara secara intensif selama 70 hari, maka pada saat panen itu berat rata-rata ayam kampung sudah bisa mencapai rata-rata 9 ons per ekor. Atau total 90 kilogram ayam kampung. “Harga ayam kampung saat ini berkisar Rp24.000 per kilogram atau harga terendahnya Rp21.000 per kilogram.”
Untuk membesarkan ayam kampung ini, tentu butuh proses. Hingga usia 3 pekan, DOC harus disimpan dalam kandang pemanas. Setelah itu, dimasukkan ke kandang pembesararan dengan luas sekitar 8 meter persegi untuk 100 ekor ayam kampung. “Selama masa pemeliharaan, ayam harus rutin diberi vaksin ND dan vitamin.”

Khasiat dan manfaat telur ayam sangat diperlukan oleh tubuh. Disamping harganya ekonomis dan terjangkau, kandungan zat gizi yang terka...



Khasiat dan manfaat telur ayam sangat diperlukan oleh tubuh. Disamping harganya ekonomis dan terjangkau, kandungan zat gizi yang terkandung dalam telur ayam kampung sangatlah tinggi dibandingkan dengan telur ayam jenis lainnya.


Adapun kandungan zat gizi pada telur ayam sebagai berikut :
Telur ayam kampung mengandung kalori, protein, zat besi , retinol (vitamin A), Karbohidrat , Thiamin, vitamin E, lemak omega-3, vitamin C, vitamin D, beta karoten, protein, lecithin. Untuk meningkatkan khasiatnya dalam mengkonsumsi telur ayam kampung dapat dicampur dengan madu asli untuk menambah energi, atau dapat dipakai sebagai campuran minuman jamu.


Khasiat dan Manfaat Telur Ayam kampung bagi kesehatan :

1. Dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner, kencing manis, maag atau usus besar.
2. Selain mengandung sumber energi juga mengandung sumber protein yang cukup. Energi yang dipakai untuk mengganti energi yang digunakan aktifitas dan berfikir sedangkan proteinnya diperlukan untuk mengganti bagian organ yang rusak.
3. Mempunyai kandungan kolesterol (pada kuning telur) cukup tinggi. Bagi yang mempunyai hipertensi atau hiperkolesterolemia (kandungan kolesterol dalam darah yang tinggi) harus hati – hati mengatur konsumsinya.
4. Membantu mengatasi kelelahan dan kecapaian tubuh, namun tidak dapat mengatasi seluruhnya karena badan masih membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan organ tubuh
5. Penghilang kantung mata yang menonjol,
6. Mengecilkan pori-pori kulit, mengencangkan kulit, melembabkan kulit, mengurangi radang kulit,
7. Mengatasi rambut kering, menanggulangi kerusakan rambut dan lain sebagainya.


Untuk Pria Dewasa :
Untuk meningkatkan khasiatnya campur telur ayam kampung dengan madu asli,
energi Anda pasti akan pulih kembali.


Mitos-mitos seputar telur ayam kampung :


Mitos yang telah lama beredar di masyarakat bahwa jika makan telur ayam, berarti sama saja dengan makan kolesterol dalam jumlah banyak. Akibatnya, kandungan kolesterol di dalam darah akan meningkat dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Menururt ahli naturopati, Dokter Riani S. Budiharsana, N.M.D. “Mitos itu salah karena sesungguhnya telur ayam tidak mengandung kolesterol, melainkan mengandung protein dan lecithin yang tinggi, asalkan cara makannya dilakukan dengan benar,” katanya dalam sebuah kesempatan, baru-baru ini. Makan telur yang baik adalah dengan cara direbus setengah matang atau dimakan mentah. “Kuning telur mengandung satu zat yang disebut lecithin sejenis vitamin suplemen yang kalau dimakan justru bisa menurunkan kolesterol. Kuning telur full lecithin, tetapi yang perlu diperhatikan adalah cara masaknya,” tambahnya.
Telur kalau dimakan mentah, atau dimasak setengah matang, atau direbus, tidak akan menimbulkan kolesterol. “Jangan dimasak dengan panas yang tinggi, semisal digoreng, karena lecithinnya hilang dan berubah menjadi kolesterol,” kata Riani, ibu dua anak asal Bandung yang kini tinggal di Jakarta. la adalah dokter ahli naturopati, sebuah ilmu kedokteran yang melakukan pengobatan secara natural, menghindari obat-obatan kimiawi. Ilmu ini baru berkembang beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Jadi, menurut Riani, tidak benar kalau seseorang dilarang makan telur, tetapi ia tetap makan makanan lain seperti roti, donat, dan makanan olahan lainnya karena kandungan kolesterolnya di dalam darah tidak akan turun. la menganjurkan agar makan telur 2 butir sehari dengan cara masak yang betul karena baik untuk kesehatan, termasuk bisa menunda pikun sampai 6 tahun



Harg a komoditi unggas merangkak naik. Terlebih telur, kenaikannya dirasakan di berbagai daerah.  Membaiknya situasi ekonomi Indonesia...



Harga komoditi unggas merangkak naik. Terlebih telur, kenaikannya dirasakan di berbagai daerah.  Membaiknya situasi ekonomi Indonesia, diikuti pula oleh industri perunggasan. Diprediksikan, tahun 2012 industri perunggasan semakin membaik.

Merunut dari catatan PINSAR pada awal tahun, harga ayam dan telur telah pulih dan membaik. Pada situasi pasar Jabodetabek, Jabar, dan Banten disebutkan bahwa : 1). Suplai ayam besar semakin sedikit, harga ayam 1,4-1,6 kg sudah bisa dengan ayam 1,6-1,8 yang dijual tanpa CN. 2). Harga ayam kecil 0,8-1,2 kg juga naik cukup tinggi. Wabah ayam sakit mulai mereda dan terkendali.Secara perlahan dan pasti harga ayam kecil membaik, kembali ke harga awal yaitu harga ayam kecil akan lebih mahal lagi. 3). Suplai ayam besar masih 1,6 masih sangat sedikit dan harga real saat itu bisa dijual di atas Rp.15.000 tergantung lokasi dan ukuran, di mana makin besar ayam akan semakin mahal. Bisa dipastikan harga ayam besar pasti akan naik lagi, di mana harga bisa bertahan di atas Rp.15.000/kg. 4). Harga di daerah Sumatera membaik, harga Jateng dan Jatim stabil menuju Rp.14.000. PINSAR juga menyebutkan bahwa semua analisa bisa terwujud jika didukung oleh keyakinan semua peternak.
Terbukti, pasar komoditas unggas di bulan kedua tahun ini memberikan perubahan yang signifikan. Harga broiler di Jabotabek menguat seiring banyaknya permintaan. Namun, di wilayah lain harga menurun akibat permintaan pasar yang sepi.
Hasil pemantauan PINSAR, harga broiler hidup di tingkat peternak (ex farm) terjadi di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Broiler yang pada minggu sebelumnya Rp.13.300 – Rp.13.500/kg merangkak naik menjadi Rp.15.500/kg. Kenaikan ini disinyalir karena meningkatnya permintaan untuk berbagai hajatan, sementara stok ayam di peternak terbatas.
Kabar baik juga diperoleh dari harga telur. Harga telur dalam beberapa minggu ini terus meningkat di berbagai daerah. Harga yang semula hanya sekitar Rp.12.000 per kilogram terus merangkak naik hingga menyentuh Rp.16.500 per kilogram. Kenaikan harga telur sudah terjadi cukup lama, harga telur naik perlahan hingga kali ini menembus harga tertinggi.
Pinsar mencatat, di Blitar dan Solo harga telur mencapai Rp.14.400/kg, naik dari minggu lalu Rp.13.600 – Rp.13.900/kg. Kenaikan ini secara langsung berpengaruh terhadap harga telur di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pada waktu yang bersamaan, harga telur di Jabodetabek naik menjadi Rp.15.000 – Rp.15.100/kg. Kenaikan ini diperkirakan akan terus berlanjut, apalagi hingga kini dari sisi suplai, komoditas telur belum ada kenaikan yang berarti.
sumber : www.poultryindonesia.com

Daging ayam merupakan salah satu bahan konsumsi masyarakat yang cukup tinggi kebutuhannya. Ayam KUB merupakan kepanjangan Ayam Kampung Un...


Daging ayam merupakan salah satu bahan konsumsi masyarakat yang cukup tinggi kebutuhannya. Ayam KUB merupakan kepanjangan Ayam Kampung Ungggul hasil seleksi Balai Penelitian Ternak. 


Kriteria seleksi pada ayam ini mencakup penghilangan sifat mengeram dan seleksi produksi telur. 

Pada tahun 1998 tim peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah melakukan seleksi ayam Kampung.   Seleksi pada mulanya dilakukan untuk menghilangkan sifat mengeram, namun kemudian dilanjutkan dengan melakukan seleksi dengan kriteria produksi telur tertinggi pada enam bulan pertama masa bertelur. 

Sebanyak 50% dari populasi induk ayam yang berproduksi telur tertinggi dipilih untuk dijadikan induk pada generasi berikutnya. 

Saat ini sudah tersedia ayam KUB generasi ke-6. Seleksi dilakukan hanya pada ayam betina, yang diamati produksi telur secara individu. 

Ayam-ayam betina tersebut dikandangkan dalam kandang batere, dikawinkan secara inseminasi buatan oleh pejantan saudara seangkatannya.

Produksi telur ayam Kampung non-seleksi yang hanya mencapai rata-rata 29% ternyata dengan sistem seleksi ditingkatkan menjadi rata-rata 50% pada generasi ke-6 dengan sifat mengeram yang menurun menjadi 10%. 

Hal ini menjadikan komoditas ayam lebih menguntungkan secara ekonomis. 

Puncak produksi telur mencapai 84% pada umur ayam 31 minggu. Bobot telur pertama bertelur seberat 30 g/butir akan bertambah terus sampai 36 g/butir pada akhir bulan kedua berproduksi, sehingga sudah siap untuk dibuahi dan ditetaskan.

Pada tahun 2011, ayam KUB telah dilisensikan non-ekslusif ke PT AKI (Ayam Kampung Indonesia), sebuah perusahaan perbanyakan bibit ayam lokal yang cukup besar.

PT AKI kemudian mengembangkannya menjadi produk-produk parent stock ayam Kampung petelur unggul, final stock pedaging dan petelur.

Populasi ayam KUB di Balitnak Ciawi, Bogor setiap tahun tidak lebih dari 300 ekor induk dan 150 ekor jago. Perkawinan dilakukan dengan inseminasi buatan yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis dalam setiap minggu.

Telur-telur fertile diinkubasi dan ditetaskan di komplek laboratorium ayam di Balitnak. DOC yang menetas, kemudian di tampung dalam kandang-kandang kawat koloni menunggu pembeli yang sudah terdaftar antri mengambil anak-anak ayam mereka.

Penyediaan bibit ayam KUB dengan jumlah yang relatif banyak dilakukan oleh PT AKI. Nama komersial ayam KUB di PT AKI adalah AKI-1 untuk parent stock, TK-1 untuk final stock petelur dan DK-1 untuk final stockpedaging.

Bobot hidup ayam, konsumsi kumulatif ransum, dan efisiensi penggunaan ransum (FCR) per ekor meningkat dari minggu per minggu.

Bobot induk ayam KUB mencapai kisaran 1200 – 1400 g/ekor pada umur pertama bertelur yaitu 160-180 hari atau 5,5 – 6 bulan. Sementara itu ayam jago dewasa mempunyai bobot berkisar antara 1300 – 2000 g/ekor.

Daya tunas (fertilitas) mencapai tingkat 80 – 90% dengan perkawinan alam dan daya tetas mencapai 72%. Hal ini berarti bahwa ayam KUB masih mempunyai daya tetas sama seperti ayam kampung nenek moyangnya.

Seleksi terhadap sifat mengeram dan produksi telur sampai generasi keenam ini tidak mempengaruhi tingkat fertilitas.

Sesuai dengan perkembangan, pasar daging ayam kampung menempati permintaan lebih tinggi ketimbang produk telur.

Oleh karena itu, permintaan akan anak-anak ayam umur satu hari (DOC = day old chick) sebagai bibit untuk dibesarkan menjadi ayam potong, semakin meningkat.

Doc joper tasikmalaya
Doc joper bandung 
Doc joper lampung
Doc joper kalimantan
Doc joper jakarta
Doc joper tanggerang
Doc joper riau
Doc joper aceh
Doc joper pangandaran

sumbernya di www.antaranews.com Jakarta (ANTARA News)

Sejumlah warga memilih ayam buras (kampung) yang dijual di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (18/8). Memasuki H-1 lebaran, har...




Sejumlah warga memilih ayam buras (kampung) yang dijual di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (18/8). Memasuki H-1 lebaran, harga ayam kampung meningkat cukup tinggi dari Rp.60 ribu per ekor menjadi Rp 120 ribu per ekor. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
Sumber :
www.antaranews.com